Cara Menghitung Laba Bersih Shopee dengan Akurat

Banyak seller Shopee masih fokus pada omzet, padahal keuntungan sebenarnya baru terlihat setelah HPP, fee, voucher, dan iklan dihitung. Pelajari cara menghitung laba bersih Shopee dengan lebih akurat agar keputusan bisnis tidak hanya berdasarkan penjualan.

Panduan cara menghitung laba bersih Shopee dengan dashboard SalesMetriX

Omzet toko meningkat belum tentu berarti keuntungan ikut meningkat.

Bagi seller Shopee, angka penjualan yang terlihat di dashboard sering kali terasa menjanjikan. Order bertambah, produk semakin banyak terjual, iklan menghasilkan transaksi, bahkan ROAS terlihat cukup tinggi.

Masalahnya, omzet bukanlah laba bersih.

Ada berbagai biaya yang harus dikurangi sebelum seller benar-benar mengetahui berapa keuntungan yang dihasilkan toko. Mulai dari Harga Pokok Penjualan atau HPP, biaya administrasi marketplace, voucher, subsidi promo, komisi affiliate, biaya iklan, hingga biaya operasional lainnya.

Itulah sebabnya memahami cara menghitung laba bersih Shopee menjadi hal penting bagi seller yang ingin membangun bisnis secara sehat.

Dengan mengetahui profit sebenarnya, keputusan seperti menaikkan budget iklan, memberikan diskon, membuat campaign, atau melakukan scale produk dapat dilakukan berdasarkan angka yang lebih akurat.

Mengapa Omzet Shopee Tidak Sama dengan Profit?

Omzet adalah total nilai penjualan yang berhasil diperoleh dalam periode tertentu sebelum berbagai biaya dikurangkan.

Misalnya, sebuah toko menghasilkan omzet Rp100 juta dalam satu bulan.

Angka tersebut terlihat besar. Namun seller masih harus memperhitungkan HPP produk, biaya marketplace, promo, biaya iklan, komisi affiliate, retur, serta berbagai biaya lain yang terjadi selama proses penjualan.

Jika total biaya mencapai Rp80 juta, maka keuntungan yang tersisa hanya sekitar Rp20 juta.

Artinya, melihat omzet saja belum cukup untuk menentukan apakah sebuah toko benar-benar sehat.

Hal yang sama berlaku ketika jumlah order meningkat. Produk yang terjual dalam jumlah besar juga belum tentu menghasilkan keuntungan besar apabila margin setiap transaksi terlalu kecil.

Karena itu, seller perlu mulai mengubah fokus dari sekadar “berapa omzet bulan ini?” menjadi “berapa laba bersih yang benar-benar dihasilkan?”

Rumus Dasar Menghitung Laba Bersih Shopee

Secara sederhana, laba bersih dapat dihitung dengan rumus:

Laba Bersih = Omzet – Seluruh Biaya Penjualan

Namun dalam bisnis marketplace, bagian “seluruh biaya” inilah yang sering menjadi rumit.

Seller tidak hanya memiliki biaya pembelian atau produksi barang. Ada berbagai komponen lain yang ikut memengaruhi keuntungan setiap transaksi.

Sebagai contoh:

Omzet toko dalam satu bulan adalah Rp100.000.000.

Kemudian terdapat HPP sebesar Rp45.000.000, biaya marketplace Rp12.000.000, biaya iklan Rp8.000.000, voucher dan promo Rp5.000.000, serta biaya lainnya Rp4.000.000.

Total biaya berarti Rp74.000.000.

Dengan demikian:

Rp100.000.000 – Rp74.000.000 = Rp26.000.000

Laba bersih toko adalah Rp26.000.000 atau memiliki margin bersih sekitar 26%.

Perhitungan sederhana tersebut menunjukkan mengapa seller tidak dapat menggunakan omzet sebagai indikator utama kesehatan bisnis.

Biaya Apa Saja yang Perlu Dihitung Seller Shopee?

Agar perhitungan laba bersih Shopee lebih akurat, setiap biaya yang berkaitan dengan penjualan harus dimasukkan.

Komponen yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Harga Pokok Penjualan atau HPP produk

  • Biaya administrasi dan komisi marketplace

  • Biaya program atau layanan marketplace yang digunakan

  • Voucher dan promo yang ditanggung toko

  • Komisi affiliate

  • Biaya iklan Shopee

  • Subsidi atau biaya pengiriman yang menjadi beban seller

  • Retur, refund, dan biaya transaksi lainnya

  • Biaya operasional yang relevan dengan penjualan

Semakin lengkap komponen biaya yang dihitung, semakin dekat hasilnya dengan kondisi profit sebenarnya.

Kesalahan kecil dalam pencatatan biaya juga dapat menjadi signifikan ketika jumlah order sudah besar.

Sebagai ilustrasi, selisih biaya Rp2.000 mungkin terlihat tidak berarti untuk satu transaksi. Namun jika terjadi pada 1.000 transaksi, selisih tersebut sudah menjadi Rp2 juta.

Karena itu, rekonsiliasi antara pesanan, potongan biaya, dan dana yang benar-benar diterima menjadi bagian penting dari analisis keuangan marketplace. SalesMetriX juga menempatkan rekonsiliasi order sebagai salah satu fungsi utamanya untuk membantu seller mencocokkan transaksi dengan dana yang diterima.

Jangan Hanya Mengukur Produk dari Jumlah Terjual

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap produk paling laris sebagai produk terbaik.

Padahal belum tentu.

Bayangkan terdapat dua produk.

Produk A terjual 1.000 unit dengan margin bersih Rp5.000 per produk.

Produk B hanya terjual 500 unit, tetapi menghasilkan margin bersih Rp20.000 per produk.

Produk A menghasilkan profit sekitar Rp5 juta, sedangkan Produk B menghasilkan sekitar Rp10 juta.

Jika seller hanya memperhatikan jumlah produk terjual, Produk A terlihat lebih menarik.

Namun jika analisis dilakukan berdasarkan profit per SKU, Produk B justru memberikan kontribusi keuntungan lebih besar.

Inilah alasan mengapa seller perlu mengetahui profit hingga level produk, bukan hanya melihat performa toko secara keseluruhan.

Dengan data tersebut, seller dapat menentukan produk mana yang layak di-scale, produk mana yang perlu dievaluasi, dan produk mana yang justru terus mengurangi profit.

SalesMetriX menyediakan analisis profit per produk untuk membantu seller melihat SKU yang menguntungkan, bermargin tipis, atau menghasilkan kerugian.

ROAS Tinggi Belum Tentu Berarti Iklan Menguntungkan

ROAS atau Return on Ad Spend merupakan salah satu indikator yang sering digunakan seller untuk mengukur performa iklan.

Sebagai contoh, biaya iklan Rp1 juta menghasilkan omzet Rp5 juta.

ROAS berarti 5x.

Sekilas, hasil tersebut terlihat bagus.

Namun ROAS hanya membandingkan omzet yang dihasilkan dengan biaya iklan. ROAS belum otomatis menunjukkan laba bersih.

Dari omzet Rp5 juta tersebut, seller masih harus mengurangi HPP produk, biaya marketplace, voucher, affiliate, dan biaya lainnya.

Jika margin produknya sangat kecil, campaign dengan ROAS yang terlihat tinggi sekalipun dapat memberikan keuntungan yang tipis.

Bahkan dalam kondisi tertentu, iklan bisa menghasilkan banyak transaksi tetapi toko tetap mengalami kerugian.

Karena itu, setiap SKU sebaiknya memiliki break-even ROAS atau ROAS minimum agar seller mengetahui batas aman iklan sebelum campaign mulai mengurangi profit.

SalesMetriX menyediakan analisis iklan yang menghubungkan performa campaign dengan laba bersih sehingga evaluasi tidak hanya berhenti pada omzet atau ROAS.

Pentingnya Mengetahui Profit per Order

Selain profit per produk, seller juga sebaiknya memahami profit pada setiap order.

Mengapa?

Karena dua transaksi untuk produk yang sama belum tentu menghasilkan margin yang sama.

Satu customer mungkin membeli menggunakan voucher besar. Customer lainnya mungkin berasal dari affiliate. Sementara order lainnya diperoleh melalui iklan berbayar.

Akibatnya, biaya pada setiap transaksi dapat berbeda.

Dengan melihat profit per order, seller bisa mendeteksi transaksi yang menghasilkan margin sehat dan transaksi yang keuntungannya terlalu tipis.

Analisis tersebut semakin penting ketika toko mulai memproses ratusan hingga ribuan pesanan setiap bulan.

Gunakan Laporan Seller Centre sebagai Sumber Data

Seller sebenarnya sudah memiliki banyak data yang dapat digunakan untuk melakukan analisis profit.

Salah satunya berasal dari laporan Shopee Seller Centre.

Laporan pendapatan pesanan dapat memberikan rincian terkait transaksi dan berbagai komponen potongan yang terjadi. SalesMetriX juga menjelaskan bahwa laporan ini berguna untuk analisis profit karena memuat berbagai informasi seperti harga produk, biaya atau subsidi pengiriman, potongan komisi, fee admin, voucher, dan estimasi pendapatan seller.

Masalahnya, semakin banyak transaksi yang terjadi, semakin sulit melakukan analisis secara manual.

Seller harus menggabungkan data penjualan dengan HPP, biaya iklan, dan data internal lainnya untuk mengetahui kondisi profit.

Jika dilakukan menggunakan spreadsheet manual, proses tersebut juga membutuhkan ketelitian tinggi agar tidak terjadi kesalahan formula maupun pencatatan.

Cara Lebih Praktis Memantau Laba Bersih Shopee

Untuk toko dengan transaksi yang mulai meningkat, penggunaan dashboard analitik dapat membuat proses evaluasi lebih sederhana.

SalesMetriX membantu seller mengubah laporan marketplace menjadi informasi profit yang lebih mudah dibaca.

Prosesnya tidak mengharuskan seller memberikan password akun Shopee. Seller dapat mengambil file laporan dari Seller Centre, mengunggahnya ke SalesMetriX, melengkapi informasi HPP, kemudian melihat analisis profit melalui dashboard.

Dengan pendekatan ini, seller dapat memantau beberapa indikator penting dalam satu tempat, seperti laba bersih, margin, profit per produk, rekonsiliasi order, dan performa iklan.

Tujuannya bukan sekadar memiliki lebih banyak data.

Yang lebih penting adalah mengetahui apa yang harus dilakukan berdasarkan data tersebut.

Data Profit Membantu Seller Membuat Keputusan Lebih Baik

Saat seller mengetahui kondisi profit dengan lebih detail, keputusan bisnis dapat dibuat dengan lebih terukur.

Misalnya, seller menemukan produk dengan penjualan tinggi tetapi margin sangat tipis. Produk tersebut dapat dievaluasi dari sisi harga jual, HPP, promo, atau biaya iklannya.

Sebaliknya, jika ada SKU dengan margin tinggi tetapi volume penjualannya masih rendah, seller dapat mempertimbangkan untuk meningkatkan exposure atau budget iklan.

Hal yang sama berlaku untuk campaign.

Seller tidak harus menghentikan semua campaign dengan ROAS rendah atau langsung meningkatkan budget campaign dengan ROAS tinggi.

Keputusan sebaiknya melihat kontribusi akhirnya terhadap laba bersih.

Inilah perbedaan antara sekadar mengejar omzet dengan membangun toko yang benar-benar profitable.

Saatnya Beralih dari Omzet ke Profit

Marketplace membuat seller semakin mudah melihat jumlah order, omzet, trafik, dan berbagai metrik penjualan lainnya.

Namun pada akhirnya, bisnis tetap membutuhkan satu hal: keuntungan yang sehat.

Karena itu, cara menghitung laba bersih Shopee tidak boleh hanya menggunakan rumus omzet dikurangi HPP.

Seller perlu memasukkan seluruh biaya yang memengaruhi transaksi agar mengetahui kondisi profit sebenarnya.

Mulailah memantau laba bersih, margin, profit per SKU, biaya iklan, serta kesesuaian antara pesanan dengan dana yang diterima.

Jika selama ini laporan Shopee masih harus dihitung satu per satu menggunakan spreadsheet, SalesMetriX dapat membantu merapikan proses tersebut menjadi dashboard analitik yang lebih praktis.

Sudah tahu omzet tokomu? Sekarang saatnya tahu profit sebenarnya.

Kunjungi SalesMetriX dan mulai analisis profit toko Shopee dari laporan marketplace yang sudah kamu miliki.

FAQ: Laba Bersih Shopee

Apa yang dimaksud laba bersih Shopee?

Laba bersih Shopee adalah keuntungan yang tersisa setelah omzet penjualan dikurangi seluruh biaya terkait, seperti HPP, biaya marketplace, voucher, affiliate, biaya iklan, pengiriman, retur, dan biaya lainnya.

Apakah omzet Shopee sama dengan keuntungan?

Tidak. Omzet merupakan total nilai penjualan sebelum biaya dikurangi. Seller masih perlu menghitung seluruh biaya untuk mengetahui keuntungan atau laba bersih sebenarnya.

Apakah ROAS tinggi berarti iklan pasti untung?

Belum tentu. ROAS membandingkan omzet dengan biaya iklan, sementara profit masih dipengaruhi HPP, fee marketplace, voucher, affiliate, dan komponen biaya lainnya.

Bagaimana cara mengetahui produk Shopee yang paling menguntungkan?

Seller perlu menghitung profit per SKU setelah seluruh biaya produk dan transaksi diperhitungkan. Produk dengan jumlah penjualan tertinggi belum tentu menjadi produk dengan profit terbesar.

Apakah SalesMetriX membutuhkan password toko Shopee?

Tidak. Berdasarkan informasi di website SalesMetriX, seller dapat menggunakan file laporan dari Seller Centre tanpa memberikan password toko atau menghubungkan akun Shopee melalui API.